AVIATREN.com - Meningkatnya bisnis e-commerce ikut membuat pabrikan pesawat berinovasi. Salah satunya adalah pabrikan pesawat turboprop ATR. Perusahaan asal Perancis ini ingin kecipratan untung dari maraknya bisnis e-commerce, dengan memodifikasi pesawat ATR 72-600 sebagai pesawat kargo.

Memang saat ini sudah ada pesawat ATR 72 untuk mengangkut barang, namun itu adalah konversi dari versi pesawat penumpang, bukan pesawat yang didesain sebagai pesawat kargo sedari awal.

“Bisnis e-commerce akan booming, termasuk  di Asia Tenggara, dengan pesawat ini harapannya bisa dipakai mengirim barang ke lebih banyak remote area,” kata Pierre-Marie Putard, Airline Marketing Manager ATR dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

ATR 72-600F (Freighter) dikatakan Putard akan memiliki pintu kargo yang besar dan mampu mengangkut boks kompartemen yang menjadi standar di bisnis kargo (Unit Load Device/ULD), lebih tepatnya kontainer LD3. Saat mengangkut ULD, kabin pesawat ATR 72-600F akan mampu mengakomodasi hingga tujuh kontainer LD3, atau lima palet ukuran 88×108 inci, atau sembilan palet 88×62 inci.

Untuk itu, lantai pesawat juga akan diperkuat untuk menahan beban hingga maksimal 8,9 ton. Selama ini, pengiriman kargo biasanya hanya menuju bandara-bandara besar saja. Kargo kemudian diteruskan melalui perjalanan darat. Dengan pesawat ATR 72 yang bisa mendarat di bandara dengan runway pendek yang biasanya banyak di pedalaman, maka diharapkan distribusi kargo e-commerce makin cepat dan merata.

Perusahaan ekspedisi AS, FedEx Express telah menyatakan minatnya akan pesawat ATR 72-600 versi kargo ini. FedEx Express telah menandatangani pembelian 30 pesawat ATR 72-600F dengan opsi tambahan 20 pesawat lagi. Pengiriman pesawat ATR 72-600 versi kargo pertama ini dijadwalkan pada 2020 mendatang.

Spesifikasi ATR 72-600F

Selain ATR, pabrikan pesawat lain yang mengembangkan pesawat kargo kecil untuk wilayah pedalaman adalah Cessna dengan pesawat 408 SkyCourier, yang ukurannya lebih kecil dari ATR 72-600F. Cessna 408 SkyCourier diklaim bakal bisa mengangkut kargo seberat 2,7 ton sejauh 900 mil (1.600 kilometer).

ATR sendiri belum merilis data berapa daya jelajah ATR 72-600F ini, namun pesawat serupa versi penumpang memiliki daya jelajah hingga 1.528 km dengan payload maksimal.

Sementara ATR 72 yang telah dikonversi menjadi pesawat kargo dan beroperasi saat ini memiliki daya angkut 8,5 ton. Kebutuhan pesawat kargo sendiri diprediksi akan mencapai 3.000 pesawat pada 2037 mendatang, sesuai dengan analisis yang dikeluarkan oleh Cargo Facts Consulting (CFC).

Permintaan pesawat kargo juga disebut CFC mulai membaik, dengan adanya pertumbuhan pada 2017 lalu yang mencapai double-digit.ATR 72-600 versi kargo